Hereditary (2018) merupakan sebuah film bergenre horror, drama, mystery. Singkatnya film ini menceritakan tentang Keluarga Annie Graham yang memiliki banyak misteri. Dan semakin mereka menguak misteri itu, hidup mereka semakin terancam oleh takdir yang mengerikan.
Kebanyakan film bergenre horror hanya mengandalkan jumpscare dengan scoring yang mengejutkan dan tidak ada adegan yang membekas setelah kita menontonnya. Tapi Hereditary membantah itu semua ! film garapan A24 ini berhasil membuat patik terbayang-bayang setelah menontonnya. Hereditary bisa dinobatkan sebagai salah satu film wajib tonton untuk para pecinta film horror.
Kenapa ?
Sebuah film horror yang cerdas dan sulit ditebak
Hereditary tidak mengandalkan jenis-jenis teror yang sudah mainstream dipakai film horror spiritual. Penonton diajak mengikuti labirin cerita, menuntun kita semakin larut ke dalam perangkap angker yang dialami Keluarga Annie Graham.
Acting yang memukau
Toni Collete pemeran Annie sang ibu mampu menunjukkan berbagai spektrum emosi yang pas dan mengena, juga menggerakan hati penonton. Sementara Alex Wolff pemeran Peter si anak sulung juga terasa realistis dan meyakinkan.
Sinematografi apik dengan transisi gambar dan cahaya ciamik
Hereditary mampu membangun suasana mengerikan dan penuh teka teki sejak awal filmnya. Transisi scene, lokasi, warna, dan waktu siang malam dilakukan dengan cekatan dan penuh kerapihan.
Score musik yang dipakai anti mainstream
Colin Stetson membuat scoring di film Hereditary ini minim dengan melody yang rumit, namun mampu membuat penonton merasa tidak nyaman. Dengan irama khasnya, ia berhasil memberikan efek psikologi bagi penonton.
Direkomendasikan oleh salah satu sesepuh sineas
Siapa yang tidak tahu Joko Anwar, filmnya tahun lalu yang sukses memermak industri film horror Indonesia saja memberikan rekomendasi ekstrim untuk film Hereditary ini.
Sang sutradara Ari Aster baru pertama kali menginjakkan karirnya di layar lebar dengan film Hereditary ini. Tapi beliau berhasil membuat film horror berseni dengan cerita sederhana dan tidak terburu-buru. Karyanya ini tidak menampik bahwa dirinya memberikan tren baru dalam gaya film horror. Ia berhasil mengarahkan para pemain, bahkan (mungkin) akan mengantarkan mereka ke panggung Oscar.
Hereditary adalah film yang terus menantang penonton untuk catch up dengan lapisan demi lapisan teror yang dialami keluarga Annie Graham. Namun film ini bukan tipikal film horror yang bisa diterima oleh umum. Alurnya yang lambat, dan atmosfernya yang berat membuat Hereditary ini cukup membosankan bagi penonton yang tidak memahami ceritanya.







No comments:
Post a Comment