Praktek pembuatan film Unit Kegiatan Mahasiswa satulayar. FOTO/Doc.satulayar

Salah satu fungsi penting dari media massa adalah untuk memberikan pemenuhan kebutuhan masyarakat akan informasi dan hiburan, salah satu media yang dapat menjadi akses masyarakat dalam memenuhi kebutuhan akan hiburan tersebut adalah media film. Sebagai media massa, film digunakan sebagai media yang merefleksikan realitas, atau bahkan membentuk realitas. Cerita yang ditayangkan lewat film dapat berbentuk fiksi atau non fiksi. Lewat film, informasi dapat dikonsumsi dengan lebih mendalam karena film adalah media audio visual. Media ini banyak digemari banyak orang karena dapat dijadikan sebagai hiburan dan penyalur hobi.
Film tidak luput di kalangan mahasiswa. Mahasiswa sebagai benih emas yang berada di masyarakat ikut menyuarakan persepsi-persepsinya melalui film.
Patik mempunyai kesempatan mewawancarai Presiden Unit Kegiatan Mahasiswa Film (UKMF) satulayar yang ada di Universitas Pendidikan Indonesia. Beliau adalah Mohammad Angga Saputra atau yang kerap dipanggil Aujan. Beliau dinobatkan menjadi Presiden Utama satulayar periode 2017-2018. Dalam karirnya di satulayar, beliau sudah merilis 2 film indie.

Nama                            : Mohammad Angga Saputra
Tempat, Tanggal Lahir  : Banten, 26 September 1998
Prestasi                        : Juara 1 Kompetisi Nasional Banten Film Festival 2013
                                       Juara 1 Tingkat SMA Festival Film Lebak 2016
                                       Juara 2 Kompetisi Nasional Jakarta Film Festival 2016
Menurut kamu apa itu film?
Film itu menurut saya sebuah karya bukan hanya sebuah format digital media. Tapi sebuah film itu membawa harapan setiap para pembuat film tersebut, dan wadah bagi pemikiran-pemikiran tentang suatu isu dari keresahan sang pembuat film.
Menurut kamu apa itu mahasiswa?
Mahasiswa adalah peran dalam masyarakat yang mempunyai kewenangan untuk mengubah rangka dari negara ini. Kalau mahasiswanya bagus pasti negaranya juga bagus, tapi kalo mahasiswanya buruk negara ini mau dibawa kemana. Mahasiswa itu ga serta merta orang yang duduk di bangku perkuliahan, mengikuti mata kuliah yang diberikan dosen dan lulus dengan IPK tertinggi. Tapi mahasiswa harus membuat perubahan dalam ranah apapun baik itu kecil maupun besar dalam masyarakat. 
Contohnya misalkan adik kita malas belajar. Di samping tanggung jawab orang tua, kita yang berperan sebagai mahasiswa harus mampu mengubah budaya malas dari adik kita dengan argumen-argumen yang meyakinkan. Setidaknya 1 saja perubahan dalam hidup itu baru bisa disebut mahasiswa.
Menurut kamu Industri Film Indonesia sekarang gimana sih?
Indonesia ini negara berkembang, kita semua masih berusaha dalam membangun negara ini. Dan sebagaimana negaranya, Industri Perfilman Indonesia juga sedang mengalami apa yang dinamakan Dinamika. Menurut pandangan saya sebagai salah satu orang yang belum bisa dibilang ekspert dalam bidang perfilman, Industri Film Indonesia masih labil dan masih mengikuti pasar. 
Gimana ya? ini jatohnya subjektif sih. Jadi saya ambil contoh langsung deh, pada tahun 2017 kemarin Joko Anwar merilis film bergenre horror yang berjudul Pengabdi Setan dimana film itu adalah hasil adaptasi dari film yang berjudul sama pada tahun 1980. Dan emang karena hype nya Jonwar, film ini langsung menduduki peringkat atas dalam pasar perfilman Indonesia. Nah, mulai sejak itu Indonesia dibanjirin sama film-film bergenre horror dengan ide yang diubah sedikit dari film barat.
Jadi Perfilman Indonesia tuh belum ada rangka utamanya gitu. Belum ada production house atau seseorang yang ingin membuat film itu emang karena isu yang diangkat atau karena ingin menyampaikan pendapatnya. Tapi Industri film sekarang masih lebih bagus daripada tahun-tahun kemarin yang pasarnya gajelas dan horror tete dimana-mana.
Menurut kamu peran film di mahasiswa itu apa sih?
Kalau ini pandangan saya menjadi mahasiswa ya, hahaha. Saya memandang film itu sebagai motivasi hidup. Jadi saya suka bikin film kayak gini juga karena saya dulu nonton film tentang pembuatan film. Saya inget banget judul filmnya Blowfinger tapi lupa tahun berapa. Saat nonton film itu, seketika kayak passion dalam diri saya ini bangkit gitu. Rasanya setelah nonton film itu saya juga ingin buat film dan harus yang masterpiece! Lalu setelah itu saya nyari-nyari informasi tentang pembuatan film dan sampai sekarang pun saya masih belajar.
Jadi menurut saya mahasiswa bisa menjadikan film itu sebagai motivasi. Misalkan kamu kan suka di bidang musik ghan, nah kamu cari tuh film tentang musik atau tentang band. Siapa tau bisa jadi pendorong kamu juga. Jadi gitu lah Film is a Motivation!
Kriteria film yang baik dan cocok di Indonesia?
Harus sesuai temanya. Kalau di Indonesia beberapa film selalu disisipkan lawakan, walau film itu film horror. Kalau dibandingkan dengan tayangan di luar, tayangan di Indonesia berisi banyak lawakan yang kurang penting. Produsen takut jika tidak disisipkan lawakan seperti itu membuat tidak ada penonton. Menurut saya ketakutan itu yang membuat film jadi tak bermutu. Walaupun menurut saya lawakan harus dikurangin itu sulit sih. Karena sudah menjadi pola sejak dulu. Khalayak jadi berpikir kalau film tuh harus begitu. 
Sebagai mahasiswa, sudah berkontribusi nyata apa di Industri Film Indonesia?
Saya alhamdulillah udah ngerilis beberapa film yang mungkin bisa mengganti mindset masyarakat Indonesia tentang hal-hal yang negatif. Kayak saya pernah bikin film 'Sok Jagoan' dimana film ini menceritakan tentang kalo polisi tuh kerjanya gak nilang doang. Jadi kan banyak orang beranggapan bahwa kalo polisi tuh bisanya nilang doang, giliran di kasih kasus dia diem. Nah di film ini tuh saya ngeliatin pekerjaan lain dari polisi, dan ngeliatin kalau orang biasa jadi polisi tuh gimana sih.
Jadi kontribusi nyata saya ya dalam bentuk mengubah pola pikir. Saya juga lagi ngegarap film sama anak satulayar, temanya kelakuan netijen yang suka nyibir hahaha. Penasaran gimana? nanti tunggu ya insyaallah bulan maret kita rilis.
Pesan untuk mahasiswa yang ingin masuk dalam dunia film
Bikin film itu gak gampang bro. Harus totalitas dan sepenuh hati, jangan setengah-setengah, jangan ngeluh ini itu. Kamu pingin bikin film yang begini begitu tapi gamau begitu begini, gak usah jadi kreator film!

No comments:

Post a Comment

| Managed by Ghani Naufal