KaryaRuang SinemaRuang Tulis

Batalnya Proyek Snyderverse, DC Realistis?

Concept art by: Dustin Lee Massey


#RestoreTheSnyderVerse menjadi hashtag yang ramai disuarakan 7 bulan terakhir ini, khususnya dalam komunitas jagat sinematik DC. Hashtag #RestoreTheSnyderVerse merupakan tindak lanjut dari gerakan #ReleaseTheSnyderCut. Hashtag ini menjadi bentuk protes atau tuntutan para fans DC Extended Universe (DCEU) kepada petinggi Warner Bros (WB) selaku rumah produksi dari film-film DCEU. Para fans menginginkan sutradara Zack Snyder untuk kembali menduduki kursi kesturadaraan. Lantas apa yang memprakarsai perseteruan tersebut?

Awal Mula Munculnya #ReleaseTheSnyderCut
Billboard #ReleaseTheSnyderCut saat San Diego Comic-Con 2019



#ReleaseTheSnyderCut pertama kali muncul pada bulan nopember tahun 2017, tepatnya setelah film Justice League (2017) dirilis. Hashtag ini menyimbolkan rasa kekecewaan fans terhadap film tersebut. Alih-alih menjadi film fantastis yang memperlihatkan momen pembentukan Justice League, malah menjadi film sangat buruk dengan plot dan karakter yang menjijikan.

Awalnya film Justice League (2017) disutradarai oleh Zack Snyder, karena film ini menjadi titik awal dari projectnya dalam DCEU yaitu trilogi Justice League. Namun saat di tengah produksi, ZS dikabari kalau salah satu anaknya yaitu almarhum Autumn Snyder dinyatakan bunuh diri.

Dengan kejadian tersebut, ZS memilih untuk mundur dari film Justice League dan meluangkan waktu lebih bersama keluarganya. Sebenarnya WB kala itu ingin memberikan waktu kepada ZS untuk berkabung, namun ZS menolak karena tidak ingin tanggal rilis dari film Justice League (2017) yang dinantikan banyak fans malah tertunda karena masalah pribadinya. Oleh karena itu WB menunjuk Jose Whedon untuk melanjutkan film Justice League (2017), dimana ia telah berpengalaman dalam menyutradarai film Avengers (2012) dan Avengers: Age of Ultron (2015).

Karena perbedaan visi antara Jose Whedon dan Zack Snyder, film Justice League (2017) terpaksa harus dilakukan banyak take ulang dan perombakan plot. Setelah rilis, film ini dikritik habis-habisan oleh para fans dan bahkan kritikus film. ZS sendiri mengaku enggan menonton film Justice League (2017) karya JW karena tidak ingin melihat karyanya yang ingin diambil alih oleh orang lain. Selain itu, terjadi banyak pertikaian yang terjadi antara sang sutradara JW dengan para aktor, diantaranya Ray Fisher, Gal Gadot, dan Jason Momoa.

Karena penasaran dengan Justice League original karya ZS, fans DCEU mulai menyuarakan #RelaseTheSnyderCut hingga akhirnya pada 18 Maret 2021 HBO Max resmi mendistribusikan Zack Snyder's Justice League (2021).

#RestoreTheSnyderVerse Buah Hasil Mahakarya Zack Snyder's Justice League (2021) 
#RestoreTheSnyderVerse Movement
Zack Snyder's Justice League adalah film Justice League (2017) versi original karya ZS. Sebenarnya pada 2017 lalu film ini sudah selesai melalui tahap produksi, namun belum mencapai proses editing. Oleh karena itu, WB memberikan ZS 70 Juta Dollar AS untuk menyelesaikan filmnya yaitu pada tahap editing dan mengambil beberapa adegan tambahan untuk dimasukkan pada end credit scene

Dan terbukti sudah, fans sangat puas dengan tayangnya Zack Snyder's Justice League (2021). Bahkan banyak ahli perfilman yang mengatakan film ini menjadi salah satu masterpiece. ZS pun mengaku puas telah menyelesaikan karyanya yang sempat tertunda, walaupun harus melewati berbagai pertikaian dengan petinggi WB. Ia juga mengklaim dirinya tidak dibayar untuk menyelesaikan Zack Snyder's Justice League ini, karena ia hanya ingin menyelesaikan karya dan visinya pada film Justice League.
Karena penasaran dengan project yang direncanakan oleh Zack Snyder, yaitu trilogi Justice League fans membentuk gerakan #restorethesnyderverse untuk mengembalikan Zack Snyder ke kursi kesutradraan DCEU. Mereka menganggap ZS memang seorang sutradara yang sangat cocok untuk menggarap film-film di DCEU, karena visi dan penyampaian visualnya sama dengan DC Comic, yaitu cerita yang kelam, gelap, dan lebih serius.

Namun WB mengatakan kalau Zack Snyder's Justice League adalah karya terakhir Zack Snyder dalam jagat sinematik DC. Ann Sarnoff selaku CEO Warner Bros juga berterima kasih kepada ZS atas kontribusinya terhadap 3 film DC yaitu Man of Steel, Batman v Superman: Dawn of Justice, dan Zack Snyder's Justice League. Ditambah lagi, ZS juga berkomitmen untuk tidak mau lagi menggarap film yang diangkat dari cerita komik. Namun begitu, fans tetap percaya bahwa ZS dapat kembali menjadi salah satu sutradara di DCEU karena pencapaiannya pada gerakan #ReleaseTheSnyderCut.

Opinion Secs: DC Realistis



Zack Snyder's Justice League (2021) memang film yang sangat-sangat mengagumkan dan berhasil menjadi salah satu mahakarya. Namun keputusan WB untuk tidak lagi melibatkan ZS dalam DCEU bukanlah keputusan yang buruk.

Faktanya, film-film karya ZS memiliki durasi yang cukup lama (pasti lebih dari 2 jam). Hal ini karena karakteristik ZS dalam penyampaian visualnya yang beralur slow pace. Dan ini akan berpengaruh kepada film-film DCEU ke depannya. Simpelnya, tidak semua orang menikmati film dengan alur slow pace dan mau menonton film yang berdurasi lama.

WB sedang berusaha untuk membangun universenya dalam dunia perfilman. Dan seperti yang disebutkan di atas tadi, kebanyakan orang ingin menonton film dengan tone yang ceria, lucu, dan berdurasi singkat. Jika WB terus memproduksi film dengan visi seperti Zack Snyder, bukan tidak mungkin pasar dari DCEU akan tetap seperti sekarang ini jumlahnya. Dimana angka tersebut sangat jauh dengan rivalnya, MCU yang bertumbuh pesat.

DCEU memang bertujuan untuk minimal mengimbangi pasar dari MCU. Terlebih lagi, DCEU tidak memiliki masalah hak milik terhadap karakter-karakternya. Memang sulit, namun WB harus mencari jalan keluar menghadapi realita dari audience sinema dengan gaya komiknya. 

Berdasarkan film terakhir yang dirilis yaitu The Suicide Squad (2021) karya James Gunn, WB menunjukkan hasil yang positif. Mereka berhasil memadukan gaya komiknya yang cenderung dark dengan pembawaan cerita yang ringan dan tone yang ceria. Walaupun memang masih kurang kuat dari segi visual jika dibandingkan dengan film-film MCU. Namun ini menjadi langkah awal dari DCEU untuk mendobrak monopoli pasar Comic-Movie oleh Marvel.

Dan pada 16 Oktober 2021 ini DC Comics akan mengadakan DC FanDome, sebuah event yang akan mempresentasikan project DC kedepannya baik komik maupun film. Layak untuk dinantikan bagaimana masa depan DCEU setelah banyak rintangan yang sudah dihadapi hingga sekarang ini. 

No comments:

Post a Comment

| Managed by Ghani Naufal